Jumat, 19 November 2010

Adha Ka 2

Rabu 16 November 2010 tepat malam idul adha pukul 19.11 wib engkau membuka mata, kini kau lahir dengan sejuta kharafan bersandar di pundak'mu, kau lahir dengan berat 2600gram/48 cm..... jadilah anak yang kelak tumbuh
membawa sebuah perubahan baru di bumi ini, do'a ku mengalir disetiap denyut nadi'mu... kau lahir begitu sempurna di malam yang penuh magfirah, gema takbir di seantero jagad raya menggema menyambut'mu, walau sesungguhnya hirup pikuk kehidupat ini teramat pahit untuk di jalani, namun aku yakin kau lahir membawa kharafan baru, untuk masa depan depan yang lebih baik.... aku tak sempat memberi'mu nama yang panjang, karena situasi yang sulit,... aku hanya mampu memberi'mu nama Adha seperti nama malam kelahiran'mu, namun aku yakin di perjalan'mu nanti nama itu akan kau tambahkan dari hasil karya'mu sendiri.... aku yakin kau mampu menambahkanya kelak....


ketika kau lihat dunia ini seakan indah kau saksikan karena selam ini kau haya tahu kehidupan di rahim bunda yang mengandung'mu, keindahan yang kau lihat memang tidak salah, namun kau pun akan merasakan sesaknya kehidupan ini seiring waktu yang berjalan....




kau lahir saat suasan bumi ini tengah banyak di landa bencana, kesemrautan selalu melanda negri ini, politik
menjadi tempat orang-orang pintar yang tak menggunalkan moral lagi, hukum tengah di perjualbelikan agama, hanya menjadi simbol dan identitas tapa sanggup diapliasikan sehingga moral negri ini berantakan...
wahai jiwa yang tenag tangisan pertama'mu entah simbol apa aku tak tahu jawabnya, yang pasti, kau lahir memberikan sugesti untuk menghimpun kekuatan jiwaku yang sesungguhnya sedang goyah.....
tapi kau lahir seakan menjelaskan kepadaku bahwa dunia ini masih akan berputar karena kelahiran'mu, kau sanggup bantah keraguan ku untuk melanggah,
tatapanmu yang kosong seakan menyihir jiwaku yang sedang mengalami degradasi keterpurukanku menjalani hidup ini, kau sanggup meyakinkan hatiku bahwa hidup ini masih akan berjalan....
tuhan kini telah mengutus jiwa dan ragamu untuk menghirup udara di dunia ini dengan sejuta harafan yang harus kau raih bersama masa depan'mu kelak...
sebelum kau lanjutkan pejalanan ini wahai anakku kau harus ingat dari mana kau datang di mana kau sekarng dan kemana kau kana pulang...
dunia ini hanya tempat trasit menuju keabadian yang kelak harus kau mengerti, namun patut kau sadari juga bahwasanya di temapt transit ini pun begitu keras kehidupan yang harus kau jelang, apa lagi nanti kelak saat kita harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kita lakukan di sini di dunia ini, sementara godaan ini di dunia ini begitu berat wahai aanakku.. kau baru lahir keduni ini dlama keadaan kosong... sementara musuh'mu telah tuhan ciptakan bahkan sebelum dunia ini ada,  sanggupkan engkau menghadapinya dan mengalahkan musuh-musuhmu yang telah ada dan siap menjerumuskanmu dari kebaikan menuju kenistaan.... setan-setan yang telah bersumpah untuk mengoda manusia yang ada di bumi ini telah memiliki cara-cara yang menyesatkan yang tak terhitung jumlahnya.. sanggupkah engkau menghadapinya, sementara di tengah perjalananmu dalam persiapan mengalahkan setan-setan yang akan menggangumu pun sang NAFSU juga menjadi musuh utama'mu kelak, hari ini kaui belum tahu bertapa menyesatkannya setan-setan itu, dan begitu kejamnya NAFSU yang juga akan menggelincirkanmu kejurang kenistaan.....
tapi aku yakin kau akan memiliki senjata berbentuk ilmu yang sanggup melawan musuh-musuh'mu yang setiap saat mengganggu'mu...
SEMOGA....
semakin bertambah dewasa hari ke hari dirimu kini....








kini kU MUi dewasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar